Pasang Loker

Pengertian Hosting dan Domain Itu Apa Sih?

Pengertian Hosting dan Domain Itu Apa Sih

Pengertian Hosting dan Domain – Ketika berbincang tentang sebuah website, tentu Anda kerap mendengar istilah hosting dan domain. Nah, meskipun dua hal tersebut adalah perkara yang cukup familiar, namun beberapa dari Anda mungkin masih bingung untuk merumuskannya.

Apa yang dimaksud dengan hosting dan domain? Apa perbedaan keduanya dan bagaimana cara kerja keduanya?

Tentu, memahami beberapa hal mendasar tersebut menjadi hal yang sangat penting sebelum Anda berlanjut ke tahap selanjutnya, seperti membuat sebuah website. Simak ulasan selengkapnya untuk mengetahui lebih lanjut perihal hosting dan domain berikut.

Pengertian Hosting dan Domain Itu Apa Sih?

Hosting atau web hosting merupakan sebuah server yang menjadi tempat untuk menyimpan semua file website dan bisa diakses serta dikelola melalui sambungan internet. File yang tersimpan tersebut cukup beragam mulai dari gambar, script, video dan lainnya.

Dalam penggunaannya, hosting dibagi menjadi beberapa jenis dengan detail yang berbeda-beda. Umumnya, masing-masing jenis hosting nantinya akan ditawarkan dengan fasilitas yang berbeda.

Adapun beberapa jenis hosting yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

  • Shared hosting

Jenis hosting yang pertama adalah shared hosting. Secara singkat, shared hosting adalah sebuah server yang digunakan secara bersama-sama di waktu yang bersamaan. Tentu, dengan menggunakan shared hosting, maka file website yang digunakan akan disimpan bersamaan dengan user lain.

Shared hosting memiliki beberapa kelebihan yang menjadi alasan kenapa opsi ini dipilih. Beberapa kelebihan dari shared hosting diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Harga shared hosting cenderung lebih ekonomis
  • Pengelolaan server secara langsung dilakukan oleh penyedia layanan
  • Adanya support selama 24 jam
  • Fasilitas yang ditawarkan cenderung lengkap mulai dari database, SSL, disk space, unlimited bandwidth dan lainnya.

Hanya saja, shared hosting juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satu kekurangan terbesar dari shared hosting adalah server yang digunakan bersama-sama, sehingga terkadang terjadi overload dan hosting tidak bisa diakses dengan maksimal.

  • VPS

VPS atau Virtual Private Space adalah jenis hosting kedua yang cukup banyak digunakan. Sebagaimana maknanya, VPS merupakan sebuah server pribadi di mana keseluruhan resource hanya digunakan oleh satu user saja secara keseluruhan.

Nah, dikarenakan merupakan sebuah space yang pribadi, maka VPS tidak akan terpengaruh oleh pengguna lainnya. Dengan hal tersebut, Anda yang menggunakan VPS memiliki kebebasan untuk melakukan konfigurasi pada resource Anda.

VPS memiliki beberapa kelebihan yang bisa dijadikan alasan memilih. Beberapa kelebihan jenis hosting ini diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Adanya kebebasan melakukan custom server
  • Memiliki alamat IP dedicated
  • Mendapatkan full access untuk root
  • Bisa mengelola banyak akun hosting

Meskipun memiliki beberapa kelebihan, VPS tetap memiliki kekurangan. Selain biaya yang bisa dikatakan lebih tinggi, VPS juga mengharuskan pengguna untuk memiliki pengetahuan mendasar tentang sebuah sistem operasi dan juga server.

  • Cloud hosting

Jenis hosting selanjutnya yang bisa dipilih adalah cloud hosting. Jenis hosting ini menggunakan dedicated resource sebagaimana VPS, namun memiliki detail yang lebih mudah sebagaimana shared hosting.

Apa yang menarik dari cloud hosting adalah dengan menyebarkan beban ke beberapa server. Dengan demikian, jika nantinya ada salah satu server yang mati dan bermasalah, maka ada server lain yang bisa menjadi back up.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan pengaturan ataupun knfigurasi melalui control panel, serta mendapatkan bantuan teknis yang cukup membantu. Dengan demikian, tentu pengetahuan teknis yang mendasar tidak terlalu diperlukan.

Cloud hosting memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Bebas untuk melakukan kontrol penuh guna meningkatkan spesifikasi sendiri
  • Resource yang cenderung lebih besar
  • Performa yang stabil serta aman
  • Bisa menampung traffic website yang cenderung lebih tinggi
  • Tidak memerlukan pengetahuan teknis yang terlalu dalam

Di balik beberapa keunggulan dari cloud hosting, ada salah satu kekurangan mendasar dari pilihan hosting ini. Kekurangan tersebut adalah harga yang bisa dikatakan paling mahal dibandingkan dua jenis hosting sebelumnya.

Sekilas Tentang Domain dan Jenisnya

Secara sekilas, domain merupakan sebuah alamat yang memiliki fungsi untuk mengantarkan pengunjung ke sebuah website yang mereka inginkan. Pada awalnya, domain ini dibentuk dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka yang cukup rumit sehingga sangat susah diingat oleh pengguna internet.

Dalam perkembangannya, tercipta sistem penamaan untuk domain. Fungsi dari sistem ini adalah untuk memudahkan siapa pun dalam mengakses berbagai website sesuai keinginannya.

Terkait domain tersebut, ada beberapa jenis domain yang dibedakan menurut ciri tertentu. Beberapa jenis domain tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Top level domain

Top level domain atau kerap disingkat dengan TLD merupakan jenis domain yang paling populer. Jenis domain ini memiliki beberapa ekstensi di belakang website, seperti .com, .id, .co.id, .gov, dan lainnya. Pemilihan jenis ekstensi tersebut tentu saja harus disesuaikan dengan tujuan website.

Secara umum, domain TLD dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • ccTLD atau Country Code Top Level Domains di mana umumnya, hosting ini digunakan dengan identitas negara, seperti .id, .sg, .au, dan lainnya.
  • gTLD atau Generic Top Level Domains., yaitu hosting yang menggunakan ekstensi yang dikatakan paling umum di dunia, misalnya .com, .org, .edu, dan lainnya.
  • Premium TLD, di mana jenis hosting ini menggunakan ekstensi yang menggambarkan website lebih spesifik, contohnya. site, travel, doctor, dan lainnya.

Dalam hal ini, jika hendak membuat sebuah toko online, maka ekstensi yang lebih cocok untuk digunakan adalah ekstensi .com.

  • Second level domain

Jenis hosting yang kedua adalah second level domain atau SLD. Nah, secara umum, SLD bisa berfungsi sebagai nama domain yang didaftarkan. Detail domain yang digunakan bisa berupa merek ataupun nama dari sebuah perusahaan.

Hanya saja, dalam memilih SLD, maka seseorang yang hendak membuat website tidak boleh asal-asalan. Nama yang digunakan untuk membentuk SLD sebaiknya cukup clear dan mudah diingat. Hal ini dikarenakan dengan alamat yang cenderung jelas akan senantiasa lebih mudah diingat oleh pengunjung website.

  • Third level domain

Third level domain adalah jenis hosting lain yang bisa digunakan. Dalam hal ini, third level domain terletak di posisi paling depan dan memiliki fungsi untuk membagi halaman website sesuai dengan tujuannya. Contoh pembagian yang dimaksud adalah untuk membagi halaman seperti order, blog, course dan lainnya.

Dari beberapa penjelasan di atas, Anda bisa mendapatkan sedikit pemahaman yang lebih terkait hosting serta domain. Dalam hal ini, bisa dikatakan jika keduanya berkaitan namun berbeda.

Misalnya, jika dilihat dari bentuk, maka hosting menggunakan server yang berada di dalam data center. Di sisi yang berbeda, domain merupakan nama yang diketik pada laman browser.

Yuk, perbanyak informasi Anda tentang hosting dan domain, terutama bagaimana cara untuk memilih keduanya dengan tepat demi membuat website yang sesuai dengan keinginan Anda. Semoga bermanfaat.